MENGHITUNG EFFECT SIZE DIKLAT PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN KEPALA SEKOLAH/MADRASAH (PKB KS/M) PDF  | Print |
User Rating: / 0
PoorBest 

MENGHITUNG EFFECT SIZE DIKLAT

PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN KEPALA SEKOLAH/MADRASAH (PKB KS/M) PROGRAM ProDEP

KABUPATEN CILACAP

Oleh : Drs. Arju Rahmanto, S.Ag,M.Ag

(Widyaiswara LPMP Jawa Tengah)

Abstrak :

Proses pembelajaran merupakan inti kegiatan dalam sebuah pendidikan dan pelatihan (diklat). Besarnya peningkatan pembelajaran perlu untuk diketahui oleh penyelenggara diklat dalam mengevaluasi hasil diklat, maka dalam setiap diklat perlu dihitung besaran peningkatan pembelajaran ini. Dalam metode evaluasi model Kirkpatrick besarnya peningkatan pembelajaran ini disebut effect size. Kita akan dapat menghitung effect size apabila dalam diklat itu hasil pembelajaran terjadi secara signifikan. Untuk menghitungnya menggunakan rumus t-tes, berdasarkan hasil pre test dan post test. Begitupun dalam diklat PKB KS/M ini, LPMP Jawa Tengah sebagai penyelenggara diklat perlu mengetahui hasil effect size pelaksanaan diklat sebagai bahan laporan dan bahan menindaklanjuti hasil diklat.

Kata Kunci : PKB KS/M, Kirkpatrick,t-tes, effect size

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan untuk Kepala Sekolah/Madrasah (PKB KS/M) merupakan salah satu program dari empat Program ProDEP yang dibiayai melalui dana hibah dari Pemerintah Australia melalui program Kemitraan Pendidikan antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Australia (Australia’s Education Partnership with Indonesia/AEPI). Pelaksanaan program PKB KS/M mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan (juklak) ProDEP. Juklak ProDEP memberikan penjelasan komprehensif yang berfungsi sebagai pedoman pelaksanaan seluruh kegiatan ProDEP. Untuk memberikan acuan rinci tentang teknis pelaksanaan setiap program dalam ProDEP yang merupakan operasionalisasi dari Juklak maka disusunlah Petunjuk Teknis (juknis). Keempat program tersebut adalah : Program Peningkatan Kapasitas Pendidikan oleh Pemerintah Daerah (PPKPPD), Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah (PPCKS), Program Pendampingan Kepala Sekolah oleh Pengawas Sekolah (PPKSPS), dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Kepala Sekolah/Madrasah (PKB KS/M).

Diklat merupakan sebuah sistem yang diawali dengan analisis kebutuhan diklat, penyusunan bahan diklat, pelaksanaan diklat serta monitoring dan evaluasi diklat. Monitoring dan evaluasi diklat dilaksanakan selama diklat berlangsung dan setelah diklat berlangsung. Evaluasi selama berlangsungnya diklat dilakukan terkait akademik dan non akademik.

Model evaluasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah model Kirkpatric level 2 (learning) dengan menggunakan instrumen evaluasi (soal tes) sebelum diklat (pre test) dan di akhir kegiatan diklat (pos test). Evaluasi ini bertujuan mengetahui pengaruh diklat peningkatan kompetensi guru biologi SMA terhadap aspek pengetahuan dan besarnya peningkatan pengetahuan pada peserta diklat. Dalam model evaluasi Kirkpatrick dikenal dengan istilah effect size.

B. Permasalahan

Yang menjadi permasadalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana peningkatan pengetahuan peserta diklat pada diklat PKB KS/M Kab. Cilacap?

2. Berapa besar peningkatan pengetahuan peserta diklat pada diklat PKB KS/M Kab. Cilacap?

3. Apakah ada perbedaan peningkatan pengetahuan antara peserta diklat perempuan dan laki-laki pada diklat PKB KS/M Kab. Cilacap?

4. Masalah ini dibatasi untuk mengukur aspek pengetahuan menggunakan instrumen evaluasi (soal tes) sebelum diklat (pre test) dan di akhir kegiatan diklat (pos test) pada Diklat PKB KS/M Kab. Cilacap.

II. KAJIAN TEORI

A. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) KS/M

Kegiatan PKB KS/M ini dikembangkan atas dasar profil kinerja KS/M sebagai perwujudan hasil Penilaian Kinerja KS/M, kebutuhan pengembangan sekolah, dan kebutuhan diri pengembangan profesional kepala sekolah. PKB KS/M dalam ProDEP merupakan PKB KS/M Pengembangan Diri melalui Diklat dengan menggunakan BPU.

Tujuan utama program PKB KS/M adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, dan kinerja profesional KS/M dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah/madrasah yang dipimpinnya yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran peserta didiknya. Sementara secara khusus tujuan PKB KS/M adalah untuk meningkatkan:

1. Kompetensi KS/M sejak diangkat menjadi kepala sekolah/madrasah sampai akhir masa jabatan.

2. Kinerja KS/M yang bermuara pada meningkatnya kinerja sekolah secara keseluruhan.

3. Kepemimpinan KS/M dalam pemberdayaan sumber daya sekolah.

4. Kepemimpinan pembelajaran KS/M dalam proses pembelajaran yang berkualitas.

5. Kepemimpinan manajerial KS/M dalam mencapai manajemen sekolah yang berkualitas.

6. Kepemimpinan KS/M dalam pelaksanaan supervisi akademik kepada guru.

7. Kepemimpinan kewirausahaan KS/M dalam hal etos kerja dan jiwa enterpreuneurship.

8. Kemampuan KS/M dalam pengembangan sekolah melalui evaluasi diri sekolah (EDS).

Untuk itu, dalam semua diklat PKB KS/M program ProDEP ini, akan selalu dievaluasi hasil pembelajarannya, serta seberapa besar peningkatan pembelajarannya. Model evaluasi yang digunakan adalah model evaluasi Kirkpatrick. Dalam model Kirkpatrick ini pembelajaran ini beradas di level-2, yaitu : learning. Untuk mengetahui signifikan atau tidak pembelajaran terjadi dalam pelatihan digunakan rumus t-tes, sedang untuk mengetahui besarnya pembelajaran dihitung efect size nya.

B. Menghitung T-test

Instrumen yang digunakan untuk menghitung t-tes adalah : 1) instrumen Pre Test, bertujuan untuk mengukur kemampuan awal peserta sebelum mengikuti PKB KS/M, dan 2) instrumen Post Test bertujuan mengukur hasil belajar peserta setelah mengikuti PKB KS/M. Hasil Pre/Post Test di analisis dan hasilnya digunakan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan diklat.

Selanjutnya pelatih menghitung t-tes menggunakan aplikasi exell di komputer dengan langkah sebagai berikut :

1. Masukkan data yang telah didapat kedalam Worksheet Excel

2. Pada menu bar, klik (fx)

3. Pilih kategori (statistical)

4. Pilih T-TES, klik (OK)

5. Letakkan kursor di array 1 lalu blok pada kolom skor Pre-test

6. Letakkan kursor di array 2 lalu blok pada kolom skor Post –test

7. Ketik 2 pada kolom tails

8. Ketik 1 pada kolom type

9. Klik pada OK

10. Maka akan muncul nilai p-value dari t-test

 

 


 

Catatan :

> p disebutkan probability value atau significance level (tingkat signifikansi): tingkat kepercayaan terhadap hasil yang diperoleh

> Secara umum p diambil 5%, kecuali untuk penelitian kesehatan 1% karena berhubungan dengan kesehatan atau nyawa sehingga toleransi kesalahan hanya 1%. Artinya toleransi kesalahan dari hasil suatu perlakuan hanya 1%. 1 % = 1 dari 100 kasus.

Diklat PKB KS/M dalam program ProDEP ini, evaluasi pelatihan dengan menggunakan model evaluasi Kirkpatrick, selalu menghitung pembelajaran dan besarnya pembelajaran berdasarkan keseluruhan jumlah peserta dan berdasarkan gender. Maka setelah pelatih menghitung T-Tes keseluruhan peserta, maka dihitung pula T-Tes masing-masing kelompok gender, dengan langkah sebagai berikut :

1. Sorot seluruh sel (mulai kolom “No s.d. kolom “Post Test”) pada data nilai di exel

2. Klik Data pada menu bar

3. Klik Sort

4. Klik Sort by

5. Klik Jenis Kelamin

6. Klik Ok

7. Hitung T-Tes masing-masing gender (jenis kelamin) dengan langkah-langkah sebagaimana menghitung T-Tes pada kelompok keseluruhan


 

Interpretasi hasil penghitungan T-Tes adalah sebagai berikut :

Jika t-test (p value) ≤ 0,05....maka dinyatakan bahwa telah terjadi peningkatan belajar pada peserta dengan keyakinan 95%

Jika t-test (p value) > 0,05....maka dinyatakan bahwa tidak terjadi peningkatan belajar pada peserta dengan keyakinan 95%

Apabila peserta kurang dari 10 orang, maka untuk mengetahui terjadi atau tidaknya pembelajaran tidak dengan menggunakan rumus T-Tes, tetapi menggunakan rumus Learning Gain (LG). Rumus LG ini adalah:


 

C. Menghitung Effect Size

Effect Size dihitung untuk mengetahui besarnya peningkatan setelah pembelajaran. Penghitungan Effect Size dilakukan apabila hasil penghitungan T-Tes (p value) ≤ 0.05. Effect size artinya adalah proporsi dari satu SD (0,5 = 50 % dari 1 SD). Kalau p value sudah tidak significant, maka kemungkinan Effect Size kurang dari 0,2 (sangat kecil).

Rumus dan langkah-langkah menghitung effect size adalah sebagai berikut:

 

 

III. METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan model evaluasi Kirkpatrick level 2 (learning). Model evaluasi kirkpatrick level 2 (learning) menggunakan metode penelitian kuantitatif. Data berupa nilai pre test dan pos test peserta diklat PKB KS/M Kabupaten Cilacap. Untuk menjaring data digunakan instrumen tes (soal) yang berjumlah 40 butir soal. Analisis data menggunakan t-test, apabila t test ≤ 0,05 baru dilanjutkan dengan menghitung effect size. Apabila hasilnya t test ≥ 0,05

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Pelaksanaan diklat PKB KS/M Kabupatern Cilacap dilaksanakan pada tanggal : 15 s.d 19 September 2015. Peserta sejumlah 40 orang, terdiri dari 25 orang peserta laki-laki, dan 15 orang peserta perempuan. Hasil pre test dan post test masing-masing peserta adalah sebagai berikut :

No

Nama Peserta

Gender/Jenis kelamin

Posisi/Jabatan

Nilai Pre-Test

Nilai Post-Test IN-1

1

ALI IMRON

L

Kepala Sekolah

26.8

73.7

2

AMIRUDDIN

L

Kepala Sekolah

40.2

80.4

3

SUPRIHADI

L

Kepala Sekolah

46.9

80.4

8

FARKHAN .S.Pd.I

L

Kepala Sekolah

40.2

87.1

9

HERU SUTOPO

L

Kepala Sekolah

67

80.4

11

IRMAN

L

Kepala Sekolah

26.8

80.4

14

JUMAAT

L

Kepala Sekolah

33.5

80.4

16

AGUSTONO

L

Kepala Sekolah

40.2

80.4

17

munir

L

Kepala Sekolah

46.9

80.4

18

musthollah

L

Kepala Sekolah

33.5

80.4

19

NURZAMAN. S.Ag..M.Pd.I

L

Kepala Sekolah

20.1

80.4

21

Pursito

L

Kepala Sekolah

26.8

73.7

23

SAEBANI

L

Kepala Sekolah

46.9

80.4

26

SUGIYANTO

L

Kepala Sekolah

20.1

80.4

27

SUMITRO

L

Kepala Sekolah

26.8

80.4

29

SUNARJO

L

Kepala Sekolah

46.9

80.4

30

SUPARMAN

L

Kepala Sekolah

33.5

73.7

31

SUPONIDI

L

Kepala Sekolah

46.9

80.4

32

SUPRIYADI

L

Kepala Sekolah

46.9

80.4

33

SUTOMO

L

Kepala Sekolah

46.9

73.7

34

SYAHRIL

L

Kepala Sekolah

53.6

67

35

SUBIYANTORO

L

Kepala Sekolah

33.5

93.8

36

TRIYONO

L

Kepala Sekolah

33.5

87.1

37

TUKIMAN

L

Kepala Sekolah

33.5

80.4

38

WASONO

L

Kepala Sekolah

26.8

80.4

4

WIDYAASTUTI

P

Kepala Sekolah

33.5

67

5

RATNAWATI

P

Kepala Sekolah

26.8

80.4

6

ENDANG

P

Kepala Sekolah

26.8

93.8

7

SUTATI

P

Kepala Sekolah

26.8

73.7

10

ZUBAIDAH

P

Kepala Sekolah

46.9

73.7

12

IRMASNONI

P

Kepala Sekolah

26.8

80.4

13

ISTIKOMAH

P

Kepala Sekolah

33.5

67

15

KUSMIATI

P

Kepala Sekolah

40.2

80.4

20

Priyanti

P

Kepala Sekolah

40.2

73.7

22

RISMIYATI

P

Kepala Sekolah

40.2

73.7

24

SETIYASIH

P

Kepala Sekolah

40.2

93.8

25

SUMARNI

P

Kepala Sekolah

26.8

80.4

28

SUMIYATUN

P

Kepala Sekolah

33.5

67

39

WULASMIRAH

P

Kepala Sekolah

26.8

93.8

40

Yohana

P

Kepala Sekolah

40.2

80.4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari hasil pre test dan post test tersebut dihitung t-tes keseluruhan peserta adalah : 4.28532E-23, hasil t-tes peserta laki-laki saja adalah: 1.74868E-14 , dan hasil t-tes peserta perempuan saja adalah: 2.06582E-09. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi pembelajaran baik pada kelompok keseluruhan peserta, pada kelompok peserta laki-laki saja, maupun pada kelompok perempuan saja. Dikarenakan terjadi pembelajaran, maka dapat dilanjutkan untuk menghitung effect size nya.

Dari hasil perhitungan effect size seluruh peserta adalah: 7,569033, hasil perhitungan untuk kelompok peserta laki-laki adalah: 7,64382, dan untuk kelompok perempuan adalah: 7,353537.

B. Pembahasan

Dari hasil perhitungan t-tes menunjukkan bahwa pada diklat PKB KS/M Kabupaten Cilacap terjadi proses pembelajaran, sebab hasil t-tes kurang dari 0,05, baik pada keseluruhan peserta, kelompok peserta laki-laki, maupun pada kelompok peserta perempuan.

Dari hasil perhitungan effect size eseluruhan peserta, kelompok peserta laki-laki saja, maupun dari kelompok peserta perempuan, semua menunjukkan hasil di atas 0,8. Hal ini menunjukkan bahwa hasil pembelajaran berpengaruh sangat tinggi, atau effect size nya besar.

V. PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa effect size diklat PKB KS/M Kabupaten Cilacap dinyatakan besar. Hal tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Hasil t-test (p value) adalah 4.28532E-23, berarti ≤ 0,05 menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan yang 95% dikarenakan kegiatan selama proses pembelajaran dan hanya 5% yang disebabkan faktor lain.

2. Effect size adalah 7,569033, berarti ≥ 0,08 dengan kategori besar menunjukkan terjadi peningkatan yang besar setelah pembelajaran berlangsung

3. Tidak ada perbedaan yang mendasar antara peserta laki-laki dan peserta perempuan, sebab hasil t-test laki-laki dan perempuan adalah: 1.74868E-14 dan 2.06582E-09, serta effect size keduanya sama-sama besar, yaitu: 7,64382 dan 7,353537

B. Saran

Sebagaimana yang telah dikemukakan pada kesimpulan di atas, saran yang dikemukakan adalah sebagai berikut:

1. Bagi LPMP Jawa Tengah, Perlu memprogramkan kegiatan pendampingan untuk memfasilitasi guru biologi SMA dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh di tempat kerjanya.

2. Bagi Pengawas Sekolah, hendaknya membimbing dan mendampingi Kepala Sekolah dalam menerapkan program tidak lanjut diklat PKB KS/M ini.

3. Bagi Kepala Sekolah, hendaknya menerapkan hasil diklat sesuai rencana tindak lanjut yang disusun dan terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan terkait materi yang diperoleh dalam diklat.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, Kirkpatrick’s Learning and Training Evaluation Theory, www.businessballs.com

Anonim, 2009, Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, Permen PAN No. 16 Tahun 2009, Jakarta.

BSNP, 2007, Standar Kualifikasi Akademik dan kompetensi Guru, Permendiknas No. 16 Tahun 2007, Jakarta: Kemendiknas

BSNP, 2010, Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, Permendiknas No. 35 Tahun 2010, Jakarta: Kemendiknas.

Kirkpatrick, D., 1998, Evalaution Training Programs: The Four Level. Second Edition, San Fransisco: Berrett-Koehler Publisher, Inc Naugle.

Kruse, K., 2000, Technology-based Training: The Art and Science of Design, Development and Delivery. Jossey-Bass Publish.

Swasto, B., 1992, Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengaruhnya terhadap Kinerja dan Imbalan, Malang: FIA Unibraw.

Comments
Search RSS
Only registered users can write comments!

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 
 

Latest Comments