Friday, September 10, 2010
   
Text Size

Search

Total Dibaca: 300

Pahlawan Kejujuran

User Rating: / 0
PoorBest 
DRAMA perseteruan KPK-Polri yang membuka tabir mafia peradilan, secara langsung berpengaruh terhadap persepsi dan kesadaran publik, termasuk mereka yang tengah menuntut ilmu di bangku pendidikan formal.

Para siswa yang merupakan komunitas pembelajar yang kini dalam ruang kebebasan informasi bisa mengakses informasi luas, acapkali mempertanyakan tentang kasus populer tersebut.

Bagi siswa, kasus ”Cicak Vs Buaya” bukan sekadar persoalan mereka yang memegang otoritas kekuasaan, namun juga berelasi erat dengan kesuri-tauladanan sosial.

Para siswa yang saban hari mendapatkan pelajaran moral dan etika melalui bidang studi PPKn, Sejarah, dan Agama menjadi komunitas yang bimbang.

Di dalam mata pelajaran PPKn, Sejarah, Agama diungkap nilai ideal tentang kejujuran, kebaikan, budi pekerti, dan kebajikan. Namun para siswa disuguhi drama ketidakbermoralan dan ketidakjujuran mereka yang seharusnya menjadi suri tauladan bagi masyarakat.

Pelajaran di ruang kelas berbenturan dengan pelajaran di luar kelas tentang praktik korupsi, mafia peradilan, dan arogansi kekuasaan. Tidak mengherankan bila tumbuh pertanyaan retoris siswa: ”Bu, mengapa kita harus jujur, berbudi-pekerti, tidak korupsi, dan adil sementara para pemimpin dan pemegang amanah kekuasaan tidak seperti itu?”
Inilah ironi pendidikan kita saat ini. Nilai ideal yang dibelajarkan di bangku pendidikan formal justru mengalami fase penegasian oleh realitas ”telanjang” yang tidak sesuai dengan nilai ideal.

Untung, masih banyak bahan pelajaran di bangku sekolah tentang kesuri-tauladanan yang bisa digambarkan para pendidik kepada para siswa. Yakni pelajaran kepahlawanan yang autentik. Negara ini kaya akan sejarah kepahlawanan yang sesungguhnya, kepahlawanan yang berjuang tanpa pamrih.

Kepahlawanan yang berselubung nilai budi-pekerti, kejujuran, keadilan, kemanusiaan dari para pendiri negara dan para pejuang di garis depan melawan kolonialisme. cerita tentang Jendral Sudirman seorang tentara yang jujur, militan, dalam membela tanah air.

Cerita tentang pemikir hukum yang progresif yang baru saja mendapatkan titel kepahlawanan, Mr Achmad Subardjo, atau Tan Malaka yang rela dipojokkan untuk kepentingan politik kekuasaan dan harus diakhiri hidupnya saat berjuang melawan kolonial.

Kepahlawanan yang jujur yang disuri-tauladankan oleh para pendahulu dan pendiri republik ini menjadi ”penyejuk” keresahan batin siswa yang tidak menjumpai kesesuaian nilai ideal dan realitas sosial yang tengah menggelayuti bangsa ini. (45)

Ari Kristianawati, guru SMAN 1 Sragen
 
 
sumber : Suara Merdeka 
Comments
Search RSS
Only registered users can write comments!

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

Latest Comments