Sunday, August 31, 2014
   
Text Size

Search

Total Dibaca: 2348

Kemendiknas Beri Perhatian Khusus Pada Pendidikan Karakter

User Rating: / 1
PoorBest 
Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) memberi perhatian khusus terhadap pendidikan karakter. Hal ini menyusul kerisauan masyarakat yang sangat besar terhadap karakter masyarakat termasuk generasi muda saat ini.

Oleh karena itu, Kemendiknas akan fokus pada pendidikan karakter berdasar keingintahuan intelektual atau intelectual curiousity berbingkai kesantunan dengan pendekatan habituasi (pembiasaan) dan intervensi (campur tangan). Ini diharapkan akan menghasilkan budaya sekolah.

''Guru menjadi kata kunci dalam pendidikan karakter ini,'' ujar Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh saat berkunjung ke Republika, Selasa (9/3).

Dengan pendekatan habituasi ini, kata Mendiknas, maka harus ada pembiasaan dalam aktivitas sehari-hari yang mencerminkan kesantunan. Untuk itu, program andalan sebagai langkah awal dan menjadi prioritas Kemendiknas adalah melakukan penguatan terhadap kepala sekolah. ''Kepala sekolah saat ini harus memiliki kemampuan manajerial, leadership, dan kepribadian yang baik. Dia harus bisa menjadi simbol yang diidolakan oleh lingkungan sekolahnya,'' jelasnya.

Di sisi lain, kata Mendiknas, karakter adalah permasalahan kompleks yang tidak hanya terkait dengan satu aspek saja, tapi juga seluruh dimensi kehidupan sekolah. Kepala sekolah dan guru, jelas dia, harus bisa menjadi panutan bagi murid-muridnya. ''Sehingga pembiasaan terhadap karakter yang santun bisa dijalankan di dalam sekolah,'' tegasnya.

Diakui Mendiknas, saat ini Indonesia memiliki permasalahan guru yang luar biasa. Dia memaparkan, tak jarang guru melakukan kecurangan untuk memperoleh sertifikasi. Karena itu, untuk program di 2011 mendatang Kemendiknas akan membangun sekolah khusus atau melalui Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidikan (LPTK) yang sudah ada untuk mendidik guru berdasar ilmu pedagogik.

Dalam pendidikan khusus tersebut setiap siswa lulusan SMA yang ingin menjadi guru akan dites secara khusus.''Mereka harus memiliki bakat,minat dan kemauan menjadi guru,'' tutur Mendiknas.

Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendiknas, Mansyur Ramli, kecurangan guru dalam sertifikasi menunjukkan angka cukup siginifikan. Guru-guru yang melakukan kecurangan banyak yang berasal dari wilayah Timur Indonesia.''Kepada guru-guru yang melakukan kecurangan tersebut akan dibina dan diperbaiki karakternya,'' tutur dia.

Untuk melakukan pengisian terhadap guru-guru yang mendukung pembangunan karakter pendidikan, kata Mendiknas, pihaknya tidak perlu melakukan pemecatan. Karena pada tahun 2010 ini sekitar 100 ribu guru akan pensiun. ''Kami bisa mengisinya dengan guru yang sudah di tes secara khusus mendukung program pembangunan karakter pendidikan,'' tegas dia.
 
sumber : Republika 
Comments
Search RSS
Only registered users can write comments!

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

Latest Comments