Total Dibaca: 106
Opera 10.50, Kompak, Ringan dan Cepat
Tak lama usai Mozilla meluncurkan Firefox 3.6, giliran Opera unjuk gigi mendongkrak kemampuan mesin turbonya, Opera 10, menjadi versi 10.50 Seperti yang diharapkan pengguna terhadap sebuah browser, kecepatan dan aplikasi antarmuka menjadi dua aspek utama yang digenjot pula oleh Opera. Browser terbaru dari perusahaan asal Oslo, Norwegia itu telah dilengkapi dengan mesin java script terbaru, Carakan, yang lebih baik dan memberikan kecepatan browsing. Desain Opera pun mengalami perbaikan dengan menghadirkan tampilan browser lebih menarik.
Untuk desain antarmuka, kinerja didukung oleh Vega, graphyc Library yang sudah terpasang di dalam Browser Opera. Tak ketinggalan pula perbaikan browser dalam dukungan terhadap HTML5 dan CSS3.
Sayangnya, ketika proses intalasi berlangsung terdapat kejadian yang cukup menggangu yakni tampilan dari pelbagai situs yang tak jelas ujung rimbanya. Sehingga amat disarankan, sebelum mengoperasikan Opera, pengguna harus menutup keseluruhan tab. Bila mengikuti prosedur ini, hasilnya cukup memuaskan.
Masuk ke babak komparasi. Bila dibandingkan dengan Chrome versi 4.0.249.78., Opera terasa lebih lambat, namun hasil uji benchmark (kinerja maksimum) menunjukkan selisih keduanya tidak terpaut jauh. Ketika dibandingkan dengan firefox 3.5 dan Internet Eksplorer 8, Opera sedikit lebih cepat.
Dari segi tampilan, Opera 10.50 begitu minimalis. Bahkan bagian menu seperti Option, Feeds sudah tidak ada lagi di bagian atas. Sebagai gantinya, Opera menampilkan Icon Opera di bagian pojok kiri yang kemudian bila diklik akan menampilkan menu-menu yang biasa ada di bagian atas.
Sedangkan pada fitur Tab, fungsinya begitu persis mirip Chrome. Pada versi 10.10, ketika memindahkan web yang sedang terbuka secara langsung ke jendela baru (new window) tidak dimungkinkan. Sedangkan pada versi 10.50, operasi itu sudah bisa dilakukan dan bisa berlaku sebaliknya.
Menggeser tab pun lebih mudah. Pengguna bisa menggabungkan web yang terbuka di jendela baru (new window) ke jendela yang sudah ada.
Fitur ini sangat terasa manfaatnya bila penguna memiliki dua monitor atau lebih. Alhasil pengguna bisa memindah jendela dari satu monitor ke monitor lain.
Secara keseluruhan, apa yang ditampilkan Opera 10.50 begitu menarik. Segi desain kian minimalis sehingga mempercepat kinerja. Sayangnya, faktor ketertarikan pengguna menjadi ganjalan utama Opera. Dibanding Internet Explorer--yang diuntungkan lewat bundel software OS Windows, Firefox dan Safari, browser asal Norwegia itu masih kurang mendapat tempat di benak para peselancar dunia maya.
sumber : Republika
| Comments |
|
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
Facebook
Twitter
Del.icoi.us
Blogger 











Sabar ya Pak May aja nunggu hampir 2 ...
Terima kasih akhirnya nuptk May sudah...
GAJI POKOK-SERTIFIKASI - alhamdulilla...
PTK - Menulis PTK ternyata macem mace...