Pelaksanaan Sertifikasi Guru Terlambat
Anggota konsorsium sertifikasi guru yang juga Rektor LPTK IKIP PGRI Semarang, Muhdi SH MHum mengatakan, Kemdiknas kecewa dengan beberapa Dinas Pendidikan kabupaten/kota karena memasukkan peserta yang seharusnya belum masuk ranking nasional berdasarkan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Pendidik (NUPTK) online. Dalam NUPTK, memuat masa kerja, usia, pangkat, dan golongan masing-masing guru.
"Dengan demikian, sudah seharusnya, usulan peserta dari masing-masing daerah yang tidak masuk dalam ranking, ditolak. Ini semata -mata supaya tidak sampai ada peserta yang belum waktunya ikut sertifikasi, dipaksakan masuk dan mengorban kan guru lain yang seharusnya sudah ikut sertifikasi. Karena Kemdiknas mengharuskan adanya update data final guru peserta sertifikasi oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota, maka pelaksanaannya terpaksa mundur," ujarnya, Minggu (8/5).
Meski demikian, target selesainya sertifikasi diperkirakan tidak mundur, yakni 31 Desember. Dikatakan, karena kejadian tersebut, pihaknya banyak mendapat komplain dari para guru. Diantara komplain itu, mayoritas menyoal guru yang berusia 58 dan 59 tahun, namanya tidak masuk dalam finalisasi data peserta.
Dikatakan, permasalahan tersebut juga mengakibatkan juimlah peserta sertifikasi guru tahun ini tidak bisa 100 persen. Perkiraan Muhdi, peserta maksimal hanya 95 persen. Sebab, peserta yang belum masuk data final lalu, baru bisa mengikuti sertifikasi tahun depan.
"Meski demikian, Dinas Pendidikan kabupaten/kota harus segera mengganti nama-nama guru yang harusnya layak masuk dalam data final peserta. Jangan ada lagi pemalsuan data karena Kemdiknas akan mengawasi lebih ketat dengan berdasar NUPTK online," tutur Muhdi yang juga Sekretaris PGRI Jateng.
Muhdi mengimbau kepada para guru yang belum ikut sertifikasi, agar aktif mengcek ke Dinas Pendidikan atau Kementerian Agama kabupaten/kota perihal kepastian dirinya sudah diupdate datanya dalam NUPTK online dan memantau mengenai keikutsertaannya dalam sertifikasi setiap periode.
Sementara itu, untuk memangkas birokrasi pengurusan input dan finalisasi data peserta, mulai tahun ini, Kemdiknas memutuskan, usulan peserta sertifikasi tidak lagi melalui LPMP tetapi langsung melalui Dinas Pendidikan kabupaten/kota kemudian dikirim langsung ke Kemdiknas.
Seperti diketahui, kuota sertifikasi guru tahun ini secara nasional ada 300 ribu. Sementara Jawa Tengah mendapat jatah 33.982 dengan ketentuan 1 persen dari kuota untuk sertifikasi jalur portofolio atau sejumlah 339 guru dan sisanya melalui jalur PLPG atau sejumlah 33.643.
sumber : SM
| Comments |
|
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."
Newer news items:
- Tindak Lanjut Konfirmasi Pelaksanaan Kegiatan BERMUTU Di KKG dan MGMP - Saturday, 13 April 2013
- PENGANUGERAHAN INSAN PENDIDIKAN TERPUJI LPMP JAWA TENGAH TAHUN 2013 - Thursday, 28 March 2013
- PENGUMUMAN - Friday, 11 January 2013
- Modul Pasca UKA - Monday, 06 August 2012
- PEDOMAN PEMBERIAN BANTUAN DANA PENGEMBANGAN KARIR PTK DIKDAS: MGMP SMP/SATLAKDIK TNI TAHUN 2012 - Monday, 16 July 2012
Older news items:
- Sertifikasi 53 Guru Terancam Tak Cair - Monday, 09 May 2011
- Seleksi Calon Guru Pemandu KKG SD - MGMP SMP - MGMP SMA - Thursday, 05 May 2011
- PENETAPAN KELOMPOK KERJA GURU PROGRAM BLOCKGRANT BAGI KELOMPOK KERJA GURU TAHUN ANGGARAN 2011 - Monday, 02 May 2011
- Surat Undangan + Daftar Calon Peserta - Saturday, 23 April 2011
- BIMBINGAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH PROVINSI JAWA TENGAH 2011 - Saturday, 23 April 2011
Facebook
Twitter
Del.icoi.us
Blogger
Nunggu NUPTK edit - Semoga info bulan...
NUPTK belum muncul - Assalamu'alaikum...
mohon daftar kelulusan sertifikasi 20...
kelu kesah - banyak guru yg tidak bis...
Mohon maaf Bapak ibu barang kali ada ...