Friday, September 19, 2014
   
Text Size

Search

Total Dibaca: 3200

Kerja Keras, UN dan Ikrar Kejujuran

User Rating: / 2
PoorBest 

IKRAR melaksanakan UN yang jujur dan berprestasi oleh segenap insan pendidikan di Jateng di depan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh beberapa waktu yang lalu hendaknya kita realisasikan bersama. Betapa mulia dan agungnya nilai-nilai yang terkandung dalam teks ikrar yang dibacakan oleh dua siswa, yaitu Diva wakil dari SMP dan Syaiful wakil SMA di Semarang, yang ditirukan seluruh kepala sekolah dan kepala dinas pendidikan se-Jateng yang hadir pada waktu itu. Berikut sedikit cuplikan teks ikrarnya:

"Kami berikrar menyukseskan ujian nasional dengan jujur dan berprestasi. Membangun budaya pembelajaran berdasarkan ajaran agama dan nilai utama karakter bangsa yang beriman, takwa, jujur, bersih, santun, cerdas, disiplin, kreatif, kerja keras, dan bertanggung jawabî.

Nah, konsekwensi logis dari adanya ikrar tersebut, mau tidak mau seluruh civitas pendidikan di Jateng harus bekerja keras dalam menghadapi UN tahun ini. Baik itu, kepala dinas pendidikan, kepala sekolah, guru dan siswa wajib totalitas dalam menyikapi UN. Khusus bagi para siswa, sekarang ini tidak ada lagi istilah pasif dalam belajar.
Waktu yang tinggal sebentar ini hendaknya dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk belajar. Demikian pula bagi para guru di Jateng hendaknya selalu  siap memacu, mengarahkan, mendampingi serta membimbing belajar siswanya. Sebab menurut Peters pada hakekatnya tugas dan tanggung jawab guru adalah sebagai pengajar, pembimbing dan administrator kelas. Begitu pula dengan pendapat Amstrong dimana  tugas dan tanggung jawab guru menurutnya adalah sebagai pengajar, memberikan bimbingan, mengembangkan kurikulum, mengembangkan profesi dan membina hubungan dengan masyarakat (Nana Sudjana, 1989).

Mengingat besarnya peranan guru dalam belajar siswa, maka setiap guru terutama guru pengampu mata pelajaran yang di-UN-kan harus mampu mendorong siswanya untuk dapat belajar maksimal. Karena dengan belajar secara maksimal siswa diharapkan dapat lebih menguasai soal Ujian Nasional. Di sisi lain, sayogyanya bagi segenap guru terutama yang mengampu mata pelajaran yang di-UN-kan, sebelum pelaksanaan UN nanti hendaknya sudah dapat memastikan bahwa siswanya telah menguasai keseluruhan materi ujiannya. Hal ini sangat penting sebab dengan siswa mampu menguasai semua materi pelajaran beserta dengan semua jenis atau model soal UN yang begitu rumit, dapat dipastikan mereka tidak akan kebingungan saat mengerjakan  warna-warni soal ujian nanti.

Oleh karena itu dalam konteks ini, segenap guru pengampu mata pelajaran yang di-UN-kan seharusnya dalam membimbing belajar siswanya selain memfokuskan pada penguasaan materi pelajaran, hendaknya juga lebih mengutamakan latihan menggarap berbagai jenis soal. Karena hanya dengan cara seperti inilah siswa dapat dipastikan akan menguasai dan dapat mengerjakan berbagai jenis soal UN nanti. Walhasil, akhirnya hanya dengan kerja keraslah UN akan dapat berjalan dengan penuh kejujuran dan menghasilkan out put yang berprestasi serta membanggakan kita semua masyarakat  Jateng.

M Saifuddin Alia
Guru MTs Negeri Wirosari Grobogan

sumber : SM

 

Comments
Search RSS
Damin  - SMPN 1 Kayen, Kab. Pati.     |Author |2012-03-09 01:31:38
Sangat setuju dengan ikrar tersebut....semoga pelaksanaan Ujian Nasional 2012 dan seterusnya....berlangsung dengan kejujuran,keadilan,objective,tidak ada kebocoran soal maupun kunci jawaban, tak ada usaha untuk membantu menjawab pada LJK siswa pada waktu pelaksanaan UN......pada akhirnya UN dapat menjadi benar-benar sebagai salah alat ukur yang valid untuk Satuan pendidikan tertentu....
anannur  - MTs Miftahut Thullab Cengkalsewu Sukolilo   |Author |2012-03-11 15:36:31
Kejujuran dalam UN adalah cermin BERKARAKTER...
jan_pre   |Author |2012-07-28 23:35:35
kenyataan di lapangan.....jujur kacang ijo...
Damin  - SMP N 1 Kayen, Kab. Pati     |Author |2012-08-04 03:07:59
Ujian Nasional berikrar jujur..........tetapi kenyataan di lapangan ada beberapa oknum yang tidak menjunjung ikrar yang baik ini.........dengan adanya ketidak adilan ini maka siswa-siswa yang rajin dan menjunjung tinggi keadilan....kalah dalam jumlah Nilai Ujian Nasional...sehingga mereka harus rela memperoleh sekolah yang kurang favorit....?
Suhono Esha   |Author |2013-05-29 03:12:26
Kunci utama adalah kejujuran dalam melaksanakan UN, bukan kecurangan. Kalau langkah pertama kita terdesain curang, hasil UN yang diperoleh pun curang, tidak ada gunanya. Kemampuan siswa yang curang atau tercurangi --oleh guru-guru curang-- akan diseleksi oleh alam. Alam terkondisi jujur. Kemampuan curang akan berbenturan dengan alam, lingkungan, dan hati nurani. Anak-anak yang jujur akan menyatu dan maju bersama alam. Anak-anak produk kecurangan akan tersisih dengan sendirinya.
Tetaplah jujur. Jangan gamang dengan kejujuran. Yakinlah, kejujuran memberikan kebaikan.
Only registered users can write comments!

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

Latest Comments